Mengenalmu pada saat aku berada di tahap masa-masa terakhir perkuliahan, kesibukanku ya seorang mahasiswi yang kerap kali mondar-mandir ruang foto kopi dengan mengalungkan hp dan di tanganku ada setumpuk soal UAS mahasiswa FH dimana aku bekerja. Perkenalan kita yang tidakspecial membawa garis cerita yang indah. Setiap pagi ada saja mata ini ingin menangkap sosokmu dan mengejar langkah kakimu. Pertemuan yang tidak diharapkan terjadi, dengan segelas es kelapa perbincangan dimulai, beratap tenda biru dan semilir angin khas kampus UAI. Sangat mengalir, seakan tiada skenario sebelumnya padahal mungkin di hati masing-masing menyiapkan segudang pertanyaan yang berharap tidak akan menutup percakapan. Waktu terus berputar, hingga pada akhirnya kamu harus presentasi sidang. Hari besar di kehidupan perkuliahanmu. Aku kira, dengan moment itu kehidupanmu di UAI akan berhenti sejalan dengan kelulusanmu.
Strategi Cintanya
Tak terbayang bagaimana rasanya dibuai dan diistimewakan, ini yang aku rasakan pada saat aku menikmati kalimat yang beruntun kata-kata indah di dalam blogmu. Di sana dengan gamblang kamu memujiku tanpa berlebih tentunya. Di sana cinta mulai menyapa dan aku berani menanggapi. Dengan diam tanpa ucap, kamu mencurahkan isi hati, anugrah cinta yang kau terima dariNya untukku, menunggu kapan kamu bicara adalah penantian yang cukup lama. Di hari paling bahagia di hidupku ternyata kamu melengkapinya. Kamu tuangkan kesempurnaan, goreskan kenangan yang tak aku bantahkan betapa bahagianya aku.
Kehidupan Kita
Andai aku bisa meminta satu hari saja, untuk bisa merasakan kehidupan awal cinta kita di pagi hari aku akan menikmatinya di kebun bunga di mana bunga ungu itu hidup dan tumbuh. Masa terakhir perkuliahanku ternyata ditutup dengan masa-masa duduk di bangku tenda biru. Banyak sekali pembicaraan yang tertuang, tawa bahkan air mata turut hadir angkat bicara, sesekali sambil ditemani segelas es kelapa. Kehidupan ini berlangsung cukup lama, hingga pada akhirnya aku sempat bekerja untuk kampus UAIku.
Mengejar Kereta
Setiap pagi kita bertemu, di kampus. Setiap pagi aku harus berjuang melawan rasa kantuk dan harus mengejar kereta. Jika aku terlambat, kereta yang tinggi sebahupun aku tanjaki berdua dengan papa. Kadangkala, perjumpaan kita batalkan karena kereta yang aku naiki tak jua sampai tujuan dengan tepat waktu. Selebihnya kita selalu menikmati sinar matahari di Tenda Biru sambil banyak membicarakan hari ini, esok dan masa depan.
Ingin Mengulang Lagi
Ingin bertemu kamu di tenda biru dengan baju kantor dan aku dengan busana anak kampus, aku rindu kampus kita, di sana aku banyak menemukan keindahan, sesuatu yang belum aku dapati sebelumnya, banyak cerita, pengalaman, kawan dan lawan yang menambah ilmu di hidupku. Semoga Ilmu dan Kamu yang aku dapat di kampus tak akan hilang di hati.
"Kamu dan Ilmuku adalah dua hal pengantar kehidupan yang sesungguhnya"
"Kamu dan Ilmuku adalah dua hal pengantar kehidupan yang sesungguhnya"
ini aku tulis, karena aku kangen suasana kampus. 21022011 22.25wib







