Maka Merupakahan Hak Allah Meridhainya di Hari Kiamat


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Sabtu, Juni 18, 2011

Ilmu untuk Pernikahanku


Adab dan Etika Hubungan suami-isteri

Dalam hadis yang bersumber dari Abu Said Al-Khudri, Rasulullah saw pernah berwasiat kepada menantunya Ali bin Abi Thalib (sa):
“Wahai Ali, jika isterimu memasuki rumahmu, hendaknya melepaskan sandalnya ketika ia duduk, membasuh kedua kakinya, menyiramkan air dimulai dari pintu rumahmu sampai ke sekeliling rumahmu. Karena, dengan hal ini Allah mengeluarkan dari rumahmu 70.000 macam kefakiran dan memasukkan ke dalamnya 70.000 macam kekayaan, 70.000 macam keberkahan, menurunkan kepadamu 70.000 macam rahmat yang meliputi isterimu, sehingga rumahmu diliputi oleh keberkahan dan isterimu diselamatkan dari berbagai macam penyakit selama ia berada di rumahmu.
Cegahlah isterimu (selama seminggu dari awal perkawinan) minum susu dan cuka, makan Kuzbarah (sejenis rempah-rempah, ketumbar) dan apel yang asam. Ali bertanya: Ya Rasulallah, mengapa ia dilarang dari empat hal tersebut? Rasulullah saw menjawab: Empat hal tersebut dapat menyebabkan isterimu mandul dan tidak membuahkan keturunan. Sementara tikar di rumahmu lebih baik dari perempuan yang mandul. Kemudian Ali (sa) bertanya: Ya Rasulallah, mengapa ia tidak boleh minum cuka? Rasulullah saw menjawab: Cuka dapat menyebabkan tidak sempurna kesucian dari haidnya; Kuzbarah menyebabkan darah haid berakibat negatif terhadap kandungannya dan mempersulit kelahiran; sedangkan apel yang asam dapat menyebabkan darah haid terputus sehingga menimbulkan penyakit baginya. Kemudian Rasulullah saw bersabda:
Pertama: Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu pada awal bulan, tengah bulan, dan akhir bulan, karena hal itu mempercepat datangnya penyakit gila, kusta, dan kerusakan syaraf padanya dan keturunannya.
Kedua: Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu sesudah Zhuhur, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan jiwa anak mudah goncang, dan setan sangat menyukai manusia yang jiwanya goncang.
Ketiga: Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu sambil berbicara, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan kebisuan. Dan janganlah seorang suami melihat kemaluan isterinya, hendaknya memejamkan mata ketika berhubungan, karena melihat kemaluan dapat menyebabkan kebutaan pada anak.
Keempat: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dengan dorongan syahwat pada wanita lain (membayangkan perempuan lain), karena (bila dikaruniai anak) dikhawatirkan memiliki sikap seperti wanita itu dan memiliki gangguan kejiwaan.
Kelima: Wahai Ali, barangsiapa yang bercumbu dengan isterinya di tempat tidur janganlah sambil membaca Al-Qur’an, karena aku khawatir turun api dari langit lalu membakar keduanya.
Keenam: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dalam keadaan telanjang bulat, juga isterimu, karena khawatir tidak tercipta keseimbangan syahwat, yang akhirnya menimbulkan percekcokan di antara kalian berdua, kemudian menyebabkan perceraian.
Ketujuh: Wahai Ali, janganlah menggauli isterimu dalam keadaan berdiri, karena hal itu merupakan bagian dari prilaku anak keledai, dan (bila dianugrahi anak) ia suka ngencing di tempat tidur seperti anak keledai ngencing di sembarangan tempat.
Kedelapan: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam ‘Idul Fitri, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan anak memiliki banyak keburukan.
Kesembilan: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam ‘Idul Adhha, karena (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan jari-jarinya tidak sempurna, enam atau empat jari-jari.
Kesepuluh: wahai Ali, jangan menggauli isterimu di bawah pohon yang berbuah, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang penyambuk atau pembunuh atau tukang sihir.
Kesebelas: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di bawah langsung sinar matahari kecuali tertutup oleh tirai, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan kesengsaraan dan kefakiran sampai ia meninggal.
Kedua belas: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di antara adzan dan iqamah, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia suka melakukan pertumpahan darah.
Ketiga belas: Wahai Ali, jika isterimu hamil, janganlah menggaulinya kecuali kamu dalam keadaan berwudhu’, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia buta hatinya dan bakhil tangannya.
Keempat belas: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam Nisfu Sya’ban, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan tidak bagus biologisnya, bertompel pada kulit dan wajahnya.
Kelima belas: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada akhir bulan bila sisa darinya dua hari (hari mahaq), karena hal itu (bila anugrahi anak) dapat menyebabkan ia suka bekerjasama dan menolong orang yang zalim, dan menjadi perusak persatuan kaum muslimin.
Keenam belas: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di atas dak bangunan ( yang tidak beratap), karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang munafik, riya’, dan ahli bi’ah.
Ketujuh belas: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu ketika hendak melakukan perjalanan (bermusafir), jangan menggaulinya pada malam itu, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia suka membelanjakan harta di jalan yang tidak benar (pemboros). Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah swt:
إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْا إِخْوَانَ الشَّيَاطِيْنَ.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (Al-Isra’: 27).
Kedelapan belas: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu jika kamu hendak bermusafir 3 hari 3 malam, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi penolong orang yang zalim.
Kesembilan belas: Wahai Ali, gauilah isterimu pada malam senin, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia menjadi pemelihara Al-Qur’an, ridha terhadap pemberian Allah swt.
Kedua puluh: Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Selasa, hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia dianugrahi syahadah setelah bersaksi “Sesungguhnya tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, tidak disiksa oleh Allah bersama orang-orang yang musyrik, bau mulutnya harum, hatinya penyayang, tangannya dermawan, dan lisannya suci dari ghibah dan dusta.
Kedua puluh satu: Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Kamis, hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi ahli hukum dan orang yang ‘alim.
Kedua puluh dua: Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada hari Kamis setelah matahari tergelincir, hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia tidak didekati setan sampai berubah rambutnya, menjadi orang yang mudah paham, dan dianugrahi oleh Allah Azza wa Jalla keselamatan dalam agama dan di dunia.
Kedua puluh tiga: Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Jum’at, hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang orator. Jika kamu menggauli isterimu pada hari Jum’at setelah Ashar, (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang terkenal, termasyhur dan ‘alim. Jika kamu menggauli isterimu pada malam Jum’at sesudah ‘Isya’, maka diharapkan kamu memiliki anak yang menjadi penerus, insya Allah.
Kedua puluh empat: Wahai Ali, jangan gauli isterimu pada awal waktu malam, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang tidak beriman, menjadi tukang sihir yang akibatnya buruk di dunia hingga di akhirat.
Kedua puluh lima: Wahai Ali, pegang teguhlah wasiatku ini sebagaimana aku memeliharanya dari Jibril (as). (Kitab Makarimul Akhlaq: 210-212)

Jumat, Juni 17, 2011

Mie “Aku Benci Sampai Mati”



"Emosi kembali membuncah, bukan aku tak cinta justru aku kepalang mencintaimu. Maafkan, aku terlalu bringas dalam menyampaikan kata-kata. Aku tak mau ada yang sakit hati, merasa tersinggung atau bahkan dimaki. Aku hanya ingin menyampaikan kegondokan hati yang tertimbun tanpa bukti yang tak pasti"
ccccccc

Kejujuran yang perlu dipahami karena alasan Mencintai
Makanan murah yang bikin aku suka marah. Sampai pernah datang penyakit parah yang bikin hatiku bernanah tapi dia tidak ada daya upaya untuk berubah, tetap saja mie masih ada di rumah padahal itu sampah. Siapa yang salah? Mie memang membawa musibah, bikin penyakit bertambah, membawa kehidupan yang gundah ke dalam banyak masalah.

Menyayanginya yang membuat aku begini, tak ada alasan lain untuk dia harus meninggalkan mie atau aku yang pergi? Jika dia terus menjadi teman sejati mie, lebih baik aku minta kepada Tuhan agar kita berhenti saling menyayangi. Silahkan kamu konsumsi tanpa henti, nikmatnya akan kamu tuai tua nanti, rasanya pasti seperti hidup yang terhenti. Aku hanya mencintainya tanpa Mie, harap pahami dan turuti.

ddddddddddd

Setiap hari mie, dengan berbagai variasi. Tiap pagi mie seporsi, kenapa gak pilih roti atau sesuap madu yang lebih bernutrisi? Begitu benci aku dengan mie, pelan-pelan merusak hidup calon suami. Mami, coba kau pikirkan kenapa mie selalu kau beri kepada anakmu setiap pagi? Apa mungkin pagi-pagi adalah waktu yang sempit untukmu berkreasi? Kasihan anak sulungmu, jangan jadikan mie untuk menghancurkan prestasi.



Makan mie tak ada manfaat yang mumpuni. Di pencernaan sana, tak ada gizi yang didapati. Lambung jengah dan usus berontak teriak, inginnya mereka pensiun dini karena berjumpa dengan mie setiap hari. Sedangkan iklan mie terus dipuji  yang sebetulnya hanya pantas dimaki. Bagaimana ini? Tak ada solusikah untuk meminimalisir perih hati. Anjuran puasa tak pernah diikuti, ajakan detoksifikasi tak jua diminati. Hanya aku yang peduli, walau tanpa aksi karena belum diperistri.

Mami, perlukah aku mengundang Rommi Rafael untuk menghipnotis? Menghilangkan mie dari kehidupanmu secara drastis dan aku yakin hidup kalian akan lebih romantis karena bisa sarapan roti diselipi cheese atau sesuap madu yang manis agar masa depan anakmu terbingkai tanpa senyum yang meringis.

Masak mie memang praktis, tapi mendatangkan penyakit kronis, bukan aku pesimis namun jika aku diperistri aku takut dipertemukan dengan hal yang kritis, sungguh miris! Berapa kali aku harus membahas mie, tapi tak pernah digubris. Sungguh Tragis

Penjelasan :
© Calon suami ya aku anggap Resa calon suamiku, karena saat ini sosoknya yang bertahta jelas di relung hati. Maka dari itu aku harus hati-hati jika ia terus makan mie, takut cepat mati. Aku g mau berumah tangga sendiri. Jadi tolong Tuhan bantu ia untuk dapat merangkai masa depannya sendiri, sebelum menikahiku.

© Mami : panggilan kita berdua antara aku dan Resa (karena panggilan nyata masih “tante” . Maminya lah yang selalu membuatkan sarapan pagi, sampai aku hapal betul presentasi kehadiran menu sarapan mereka dalam seminggu. Senin sampai Jumat makan mie diselingi hari-hari lain dengan Nasi Uduk dari kampung sebelah atau Reng Goreng Goreng nasi Goreng. Tapi tetap, kehadiran mie sangat mendominasi meja makan keluarga mereka. Sungguh, jika aku diberi kesempatan bicara aku akan menyuarakan kepada beliau. Namun sayangnya, peranku di keluarga mereka tidak lain hanyalah sesosok perempuan biasa yang belum memiliki posisi penting. "Kalo ibunya tau gw segini kencengnya, ikut campur ke masalah domestik mereka gimana ya? g direstui kali ya??" sereeeeeeeeeeem..

© Diperistri : nah, masih ada sangkut pautnya dengan penjelasan di atas. Aku belumlah menjadi istri Resa, maka aku belum pula bisa terjun ke lapangan untuk dapat membuat sarapan yang membuat hidupnya sehat. Sampai kapan ia akan memakan mie, ya sampai ia mengakhiri masa lajang. Pertanyaannya adalah, kapan kita bisa menikah? Aku akan rubah hidupmu, kita buang jauh-jauh mie. Ya aku setuju jika kamu membuag mie itu di kali dekat rumah.  

Rabu, Juni 15, 2011

Terima Kasih Tuhan

Aku anak kuliahan..yang selalu datang kepagian dan duduk di taman belakang, sembari melihat pemandangan barangkali ada pangeran yang tampan. Selama berkuliah belum pernah pacaran, g tertarik dengan pria satu jurusan karena pasti membosankan. Lebih prioritaskan pendidikan apalagi ada tawaran dari UAI yang menggiurkan, Beasiswa kerja yang meringankan anggaran. Dan beasiswa kerja berhasil aku dapatkan, aku mulai belajar bekerja di tempat Prof Erman. Di sana aku melayani teman-teman fak Hukum dari berbagai angkatan. Hingga akhirnya ada pria tampan yang melancarkan strateginya untuk proses pendekatan, walau dengan cara perkenalan yang asal-asalan. Perkenalan yang instan membawa kita kepada hubungan yang konstan. Di akhir perkuliahan tahun 2009 ternyata aku dapat pasangan, terima kasih Tuhan. Semoga cerita kami, terus bertahan hingga masa yang akan datang.
"Ajari kami saling mencintai ya, sampai nanti sampai mati. Amiennn :) i love u ya Resa Raditio"

Sales Marketing

Membingkai cerita di JobsDB.com, pengalaman singkat namun cukup memiliki makna yang padat. Bersama team yang kuat, genggam erat tangan bekerja dengan hati dan keikhlasan walau kadang merasa tertekan. Duduk di kubikel dan selalu pegang telepon yang mempermanis pekerjaan.

Nine until five, hello Selamat Pagi-Siang-Sore kita selalu ingin bertemu dengan HRDnya dari max 50 perusahaan yang ditelepon. Jangan tak bersuara karena, akan ada sautan dari pojok “mana nih suaranya?” jangan pula termanggut sepi, karena ada teriakan “data bukan untuk diliatin” jangan banyak mondar-mandir karena akan ada pemberitahuan “akan berkurang efektivitas call loe” kecuali kalo closing, hihi.
***
Dan Mira untuk JobsDB.com....
Pagi-pagi jalan kaki ke stasiun kranji, naik kereta ekonomi bareng kaka dan papi . Tiba di stasiun tanah abang masih jam 7pagi, sering kali beli roti sembari menyeruput teh aroma melati. Sempatkan bertemu sang khalik, minta hujan rizki lalu disusul doa bersama rekan agar saling mengasihi.

Teman, jika aku sulit closing tetap temani, ajak aku berbagi agar lebih mudah mendapat komisi, mempertahankan harga diri dan disayang Pa Ricky J disamping Heni dan Mba Mela sebelah kiri, aku mencari adakah dari kalian yang ingin ikut di Senayan City? Pesimis namun pasti, Keyma dan Dania Triharsari membantu aku closing di Senci J

Tiga bulan menyelam sebagai sales marketing, sakit kuping sampai suka pusing. Justru Henny lepas anting saat calling, tapi semua sirna setelah aku bisa closing J

Senja sudah menjemput, panada ayam Yasmin biasa mengganjal perut, tapi kok Mba Mela masih saja senyum kecut, apa mungkin performku masih kurat kebut? Hmm

5.30 bikin laporan, suka deg-degan pengen cepat pulang dan makan baso malang kesukaan lalu bersiap menelusuri jalan S. Parman untuk sampai di Enggang sekitar jam delapan malam
***
Ritme kerjaku sebagai seorang sales marketing, data adalah sebuah instrument berharga, suara dan rayuan gombal adalah bumbu untuk dapat mengajak bicara para HRD. Walau kenyataannya banyak dari mereka yang memberikan alasan klasik, sedang meeting, keluar kantor, dll. Semua berjalan seimbang dan seirama, di kala suntuk selalu ada penyejuk, booking form dari client adalah satu-satunya suplement menambah gairah dan hasrat bekerja. 

Teman adalah mereka tempat berbagi, gurat-gurat senyum ada ketika berbaur dengan mereka. Berbagi kisah menarik bertemu dengan HRD yang unik dan antik. Pengalaman yang menarik bisa menjadi bagian keluarga besar JobsDB.com J

Kamus :

Pa Ricky : Team Leader yang membawahi para sales di JobsDB, kurang lebih ada sekitar 12 orang
Mba Mela : Leader untuk teamku, yang membantu closing dan banyak marah J
Henny : Sahabat berbagi, berbagi peran, makanan, temen pulang
Yasmin : Perempuan cantik bersahaja yang suka bawa panada, 5000 dapet dua
Baso Malang : makan malam bersama Henny di kolong jembatang, seporsi 6000 ajah
Jalan S. Parman : jalan raya panjang kantorku berlokasi. 
Enggang : Ya rumah aku J