Mas Chris, manager UPC Kincan tempat aku kerja dulu Pegadaian memberi tahu bakal buka lowongan tahun 2011 ini, sesekali aku visit pegadaian.co.id tapi belum juga nongol-sampai pada akhirnya bosen juga buka-buka tuh web, piuuh. Ealah si Ayank sms, katanya “buka tuh web pegadaian lagi ada pembukaan” wah ternyata betul pegadaian sedang buka J tapi persyaratannya lumayan ribet juga, awalnya ragu dan malas ikut-ikut ngelamar ke Pegadaian tapi aku uda janji semenjak keluar dari pegadaian bulan November bakal ikutan tes Pegadaian yang sesungguhnya. Dan dimulailah perjuangan itu, lagi-lagi aku harus bukin SKCK yang ternyata sudah habis masa berlakunya sejak Agustus 2010 kemarin, belum lagi bikin Surat Keterangan Belum Menikah dari Kelurahan. Aduh, menyebalkan sekali berhubungan dengan orang kelurahan, mereka mematok harga yang sungguh kelewatan untuk pengantar SKCK dikenai biaya Rp.15.000 dan surat keterangan belum menikah Rp.10.000 wah mahal sekali khan, akhirnya dengan wajah memelas aku pura-pura ga punya uang dan diberikanlah kepada mereka Rp.10.000 saja. Setelah diketahui dari pak RW (curhat) mereka bukan PNS tapi hanya anak magang yang kebetulan dikasih seragam, halaaah baru pake seragam aja sudah sok berkuasa kaya begitu. Selesai mengurusi surat-surat dari kelurahan, aku harus ke Kopertis wilayah III untuk minta surat keterangan terakreditasi barengan ama si Boss. Ga butuh waktu lama untuk ke sana, karena hanya naek P9B kita uda sampai dan tinggal jalan kaki ajah, dari Kopertis aku harus segera ke POLRES Bekasi untuk buat SKCK baru sesampainya di sana ga bisa langsung dibuat tapi harus tunggu dulu sampai jam dua, padahal aku sampai di sana sekitara jam 11an lewat. Daripada menunggu lebih baik pulang saja dan rencana pengen mampir di masjid megah yang ada di bundaran alun-alun. Menyelusuri jalan raya Veteran di tengah cuaca yang gelap dan mendung, langkahan kaki ini segera menuju masjid itu. Karena jam dzuhur masih agak lama ada baiknya dhuha saja walau hanya dua rakaat dan sembari menikmati lebatnya hujan di siang hari itu dengan bunyi keroncong dari perut J
Hari berikutnya aku kembali ke POLRES untuk mengambil SKCK yang seharusnya diambil jam 9 pagi, oo ternyata SKCKku belum dibuat sedikitpun alasannya karena sidik jarinya berantakan jadilah aku ke proses semula untuk membuat sidik jari baru, selang 15 menit SKCKku jadi senangnya J dan segera bergegas ke Kantor Pos untuk mengirip berkasku yang berharga ini dengan kiriman ekspres Rp.9.000.
Pengumuman Kelulusan Administrasi Pegadaian
Mira Ismina Nirmaladewi, termasuk kedalam ribuan orang pelamar yang dinyatakan lulus Administrasi dan bersiap diwawancara di Pegadaian Pusat di Jalan Kramat Raya no.162.
Sesuai jadwal, urutan wawancaraku jatuh di hari Selasa 18 Januari 2010 jam 08.00, seperti biasa aku naik kereta Bekasi-Jakarta Kota yang katanya turun di Stasiun Cikini, stasiun yang terdekat dengan kantor Pegadaian Pusat. Perjalanan yang lancar dan tenang, walau agak deg-degan takut salah turun Stasiun Cikini. Setibanya di stasiun Cikini pasang wajah selayaknya para penumpang yang saban hari melengos di Cikini, padahal di hati bingung soale Cikininya luas sekali, yasudah aku mengikuti kemana arus penumpang keluar Stasiun. Setelah itu langsung naik Metro Mini 17 yang ada di sisi kiri Stasiun dan segera meluncur ke TKP. Suasana di sekitaran Cikini menarik perhatian sekali, karena baru pertama kali menelusuri daerah ini walau agak jauh sedikit aku melihat Planetarium tempat kencan aku dan Resa pada saat perayaan our anniversarry ,mau g mau aku melontarkan kalimat nakal Jakarta kecil. Dengan bangga hati akhirnya aku sampai di Pegadaian Pusat dan lansung mendekati kerumunan, g lama kemudian nama indahku dipanggil "Mira Ismina Nirmaladewi" segeralah masuk dan disuruh buka sepatu bukan karena itu tempat suci tapi karena mau diukur tinggi badannya, "hai pak jangan ragu, aku tinggi sekali loh" sembari berbasa-basi Bpk itu bertanya "bawa Ijasah asli khan?" dengan lemas aku jawab "gak" aku pikir ga akan ada efek, sampai pada akhirnya aku dapat BPU dan berhasil menemui Bpk Wiloto (kalo g salah) di bangku no. 13. "Selamat Pagi" sapaan manis penyambutan terdengar dan sampai pada yang aku takuti "Ijasah aslinya bawa?" alamaaaaaaaaaaaaaaak ya mau gimana yaa aku jawab saja "G.." sempat ceramah bababiibiibuubeee dan akhirnya aku disuruh pulang. Sedih, bingung, aduh apa yang harus aku lakukan selain hanya bisa pulang mengambil Ijasah asli di Bekasi, keluar ruangan aku duduk di pojokan, melihat kesibukan peserta lain yang berbahagia karena Ijasah ada di genggaman mereka (dengan air mata yang menetes) seperti orang stress, tiba2 aku curhat dengan lelaki tak dikenal, hehe... sedih ya langkahan kakiku tak bersemangat. Langsung aku ke Cikini untuk pulang sambil sedih, naik 17 kejauhan dan diturunkan di Jl. Surabaya untung aku sudah terbiasa diajak Ayank jalan-jalan. Setibanya di Cikini langsung beli tiket ke Gondangdia dan langsung meluncur ke Bekasi, di kereta ekspres aku duduk sambil memandangi berkas-berkas yang tadi dikembalikan kpdku. Di derasnya hujan, akhirnya aku sampai ke Bekasi. Sepanjang jalan kepikiran dengan ucapan Jakarta Kecil hehehe..
Ijasah dan Transkrip Nilai uda disiapin mama, jadi sebentar ketemu aku uda di st Kranji, sampe Pegadaian jam 12 tepat dan sholat dulu, selesai itu wawancara dan g lama kemudia aku pulang deh, uh legowo nih hati dan otak..
bersambung.......
Sesuai jadwal, urutan wawancaraku jatuh di hari Selasa 18 Januari 2010 jam 08.00, seperti biasa aku naik kereta Bekasi-Jakarta Kota yang katanya turun di Stasiun Cikini, stasiun yang terdekat dengan kantor Pegadaian Pusat. Perjalanan yang lancar dan tenang, walau agak deg-degan takut salah turun Stasiun Cikini. Setibanya di stasiun Cikini pasang wajah selayaknya para penumpang yang saban hari melengos di Cikini, padahal di hati bingung soale Cikininya luas sekali, yasudah aku mengikuti kemana arus penumpang keluar Stasiun. Setelah itu langsung naik Metro Mini 17 yang ada di sisi kiri Stasiun dan segera meluncur ke TKP. Suasana di sekitaran Cikini menarik perhatian sekali, karena baru pertama kali menelusuri daerah ini walau agak jauh sedikit aku melihat Planetarium tempat kencan aku dan Resa pada saat perayaan our anniversarry ,mau g mau aku melontarkan kalimat nakal Jakarta kecil. Dengan bangga hati akhirnya aku sampai di Pegadaian Pusat dan lansung mendekati kerumunan, g lama kemudian nama indahku dipanggil "Mira Ismina Nirmaladewi" segeralah masuk dan disuruh buka sepatu bukan karena itu tempat suci tapi karena mau diukur tinggi badannya, "hai pak jangan ragu, aku tinggi sekali loh" sembari berbasa-basi Bpk itu bertanya "bawa Ijasah asli khan?" dengan lemas aku jawab "gak" aku pikir ga akan ada efek, sampai pada akhirnya aku dapat BPU dan berhasil menemui Bpk Wiloto (kalo g salah) di bangku no. 13. "Selamat Pagi" sapaan manis penyambutan terdengar dan sampai pada yang aku takuti "Ijasah aslinya bawa?" alamaaaaaaaaaaaaaaak ya mau gimana yaa aku jawab saja "G.." sempat ceramah bababiibiibuubeee dan akhirnya aku disuruh pulang. Sedih, bingung, aduh apa yang harus aku lakukan selain hanya bisa pulang mengambil Ijasah asli di Bekasi, keluar ruangan aku duduk di pojokan, melihat kesibukan peserta lain yang berbahagia karena Ijasah ada di genggaman mereka (dengan air mata yang menetes) seperti orang stress, tiba2 aku curhat dengan lelaki tak dikenal, hehe... sedih ya langkahan kakiku tak bersemangat. Langsung aku ke Cikini untuk pulang sambil sedih, naik 17 kejauhan dan diturunkan di Jl. Surabaya untung aku sudah terbiasa diajak Ayank jalan-jalan. Setibanya di Cikini langsung beli tiket ke Gondangdia dan langsung meluncur ke Bekasi, di kereta ekspres aku duduk sambil memandangi berkas-berkas yang tadi dikembalikan kpdku. Di derasnya hujan, akhirnya aku sampai ke Bekasi. Sepanjang jalan kepikiran dengan ucapan Jakarta Kecil hehehe..
Ijasah dan Transkrip Nilai uda disiapin mama, jadi sebentar ketemu aku uda di st Kranji, sampe Pegadaian jam 12 tepat dan sholat dulu, selesai itu wawancara dan g lama kemudia aku pulang deh, uh legowo nih hati dan otak..
bersambung.......