Maka Merupakahan Hak Allah Meridhainya di Hari Kiamat


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Minggu, Mei 22, 2011

Dia Lelaki

Dia sering kali mengirimkan pesan penuh pesona, tapi apa yang diharapkan tak terwujud menggoda. 
Dia sering  kali memenuhi hasrat yang menggebu, uang yang mudah dicari dan barang yang gampang dibeli membuatnya menjadi lelaki konsumtif. 
Ku pinta sebuah ilmu kebajiakan, hal baik sebesar biji tidak juga dilaksanakan. 

Mulih ka Desa





Sedikit memisahkan diri dari hiruk pikuk kota Jakarta adalah hal langka yang jarang bisa dilakukan, April lalu kita sekeluarga bersiap diri untuk menuju kampung halaman yang di sana masih ada dengan ringkih sepasang kake nene kita. Perjalanan yang singkat membawa kita bisa sejenak menikmati suasana kota yang asri ini, aroma pegunungan mulai menyisir rapi, pemandangan hijau serempak terhampar di sisi kiri dan kanan jalan, logat bahasa yang bersahabat mulai terdengar bersahutan. Ya ini lah liburan kilat di Kota Tasikmalaya tepatnya di Desa Mangunreja, kediaman Sepasang Nene Kake yang sampai saat ini masih hidup sehat walau dengan tulang reyot. 
Sisi Lain Sawah Warisan 

Makanan Fav selama di Mangunreja

Para Saudara Sepupu yang Makin Dewasa

Our Just  a Part of Family

Kaka dan Nenek kita satu-satunya

De Ira, cucu terkecil :)

Grandma, Cheers

di depan Megah dan Indahnya rumah kami

Jalan raya Mangunreja

Perjalanan Menuju Makan Kake-Nene

Singgah, mempelajari kematian

Luasnya Sawah Warisan Mereka :)

Sabtu, Mei 21, 2011

Anjuran Untuk Menikah (Pra Nikah)


Islam telah menganjurkan kepada manusia untuk menikah. Dan ada banyak hikmah di balik anjuran tersebut. Antara lain adalah :

a. Menikah Adalah Sunnah Para Nabi dan Rasul

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. (QS. Ar-Ra’d : 38).

Dari Abi Ayyub ra bahwa r bersabda,”Empat hal yang merupakan sunnah para rasul : [1] Hinna’, [2] berparfum, [3] siwak dan [4] menikah. (HR. At-Tirmizi 1080) Hinna’ artinya adalah memakai pacar kuku. Namun sebagian riwayat mengatakan bahwa yang dimaksud adalah bukan Hinna’ melainkan Haya’ yang maknanya adalah rasa malu.

b. Menikah Adalah Bagian Dari ‘Tanda’ Kekuasan Allah SWT.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(QS. Ar-Ruum : 21)

c. Menikah Adalah Salah Satu Jalan Untuk Menjadikan Seseorang Kaya

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui.(QS. An-Nur : 32)

d. Menikah Adalah Ibadah Dan Setengah Dari Agama

Dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang diberi rizki oleh Allah SWT seorang istri shalihah berarti telah dibantu oleh Allah SWT pada separuh agamanya. Maka dia tinggal menyempurnakan separuh sisanya. (HR. Thabarani dan Al-Hakim 2/161).

e. Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam

Islam berpendirian tidak ada pelepasan kendali gharizah seksual untuk dilepaskan tanpa batas dan tanpa ikatan. Untuk itulah maka diharamkannya zina dan seluruh yang membawa kepada perbuatan zina. Tetapi di balik itu Islam juga menentang setiap perasaan yang bertentangan dengan gharizah ini. Untuk itu maka dianjurkannya supaya kawin dan melarang hidup membujang dan kebiri.

Seorang muslim tidak halal menentang perkawinan dengan anggapan, bahwa hidup membujang itu demi berbakti kepada Allah, padahal dia mampu kawin; atau dengan alasan supaya dapat seratus persen mencurahkan hidupnya untuk beribadah dan memutuskan hubungan dengan duniawinya. Nabi memperhatikan, bahwa sebagian sahabatnya ada yang kena pengaruh kependetaan ini (tidak mau kawin). Untuk itu maka beliau menerangkan, bahwa sikap semacam itu adalah menentang ajaran Islam dan menyimpang dari sunnah Nabi.

Justru itu pula, fikiran-fikiran Kristen semacam ini harus diusir jauh-jauh dari masyarakat Islam. Abu Qilabah mengatakan “Beberapa orang sahabat Nabi bermaksud akan menjauhkan diri dari duniawi dan meninggalkan perempuan (tidak kawin dan tidak menggaulinya) serta akan hidup membujang. Maka berkata Rasulullah s.a.w, dengan nada marah lantas ia berkata: ‘Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu hancur lantaran keterlaluan, mereka memperketat terhadap diri-diri mereka, oleh karena itu Allah memperketat juga, mereka itu akan tinggal di gereja dan kuil-kuil. Sembahlah Allah dan jangan kamu menyekutukan Dia, berhajilah, berumrahlah dan berlaku luruslah kamu, maka Allah pun akan meluruskan kepadamu.

Kemudian turunlah ayat: “Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu mengharamkan yang baik-baik dari apa yang dihalalkan Allah untuk kamu dan jangan kamu melewati batas, karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melewati batas.” (al-Maidah: 87) Mujahid berkata: Ada beberapa orang laki-laki, di antaranya Usman bin Madh’un dan Abdullah bin Umar bermaksud untuk hidup membujang dan berkebiri serta memakai kain karung goni. Kemudian turunlah ayat di atas. “Ada satu golongan sahabat yang datang ke tempat Nabi untuk menanyakan kepada isteri-isterinya tentang ibadahnya. Setelah mereka diberitahu, seolah-olah mereka menganggap ibadah itu masih terlalu sedikit.

Kemudian mereka berkata-kata satu sama lain: di mana kita dilihat dari pribadi Rasulullah s.a.w. sedang dia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang? Salah seorang di antara mereka berkata: Saya akan puasa sepanjang tahun dan tidak akan berbuka. Yang kedua mengatakan: Saya akan bangun malam dan tidak tidur. Yang ketiga berkata: Saya akan menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan kawin selama-lamanya. Maka setelah berita itu sampai kepada Nabi s.a.w. ia menjelaskan tentang kekeliruan dan tidak lurusnya jalan mereka, dan ia bersabda: ‘Saya adalah orang yang kenal Allah dan yang paling takut kepadaNya, namun tokh saya bangun malam, juga tidak, saya berpuasa, juga berbuka, dan saya juga kawin dengan perempuan.

Oleh karena itu barangsiapa tidak suka kepada sunnahku, maka dia bukan dari golonganku.’” (Riwayat Bukhari) Said bin Abu Waqqash berkata: “Rasulullah s.a.w. menentang Usman bin Madh’un tentang rencananya untuk membujang. Seandainya beliau mengizinkan, niscaya kamu akan berkebiri.” (Riwayat Bukhari) Dan Rasulullah juga menyerukan kepada para pemuda keseluruhannya supaya kawin, dengan sabdanya sebagai berikut: “Hai para pemuda! Barangsiapa di antara kamu sudah mampu kawin, maka kawinlah; karena dia itu dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.” (Riwayat Bukhari) Dari sini, sebagian ulama ada yang berpendapat: bahwa kawin itu wajib hukumnya bagi setiap muslim, tidak boleh ditinggalkan selama dia mampu.

Sementara ada juga yang memberikan pembatasan –wajib hukumnya– bagi orang yang sudah ada keinginan untuk kawin dan takut dirinya berbuat yang tidak baik. Setiap muslim tidak boleh menghalang-halangi dirinya supaya tidak kawin karena kawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung yang berat terhadap keluarganya. Tetapi dia harus berusaha dan bekerja serta mencari anugerah Allah yang telah dijanjikan untuk orang-orang yang sudah kawin itu demi menjaga kehormatan dirinya. Janji Allah itu dinyatakan dalam firmanNya sebagai berikut: “Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah patut kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun hamba-hambamu yang perempuan.

Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerahNya.” (an-Nur 32) Sabda Rasulullah s.a.w.: “Ada tiga golongan yang sudah pasti akan ditolong Allah, yaitu: (1) Orang yang kawin dengan maksud untuk menjaga kehormatan diri; (2) seorang hamba mukatab7 yang berniat akan menunaikan; dan (3) seorang yang berperang di jalan Allah.” (Riwayat Ahmad, Nasa’i, Tarmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

f. Menikah Itu Ciri Khas Makhluk Hidup

Selain itu secara filosofis, menikah atau berpasangan itu adalah merupakan ciri dari makhluq hidup. Allah SWT telah menegaskan bahwa makhluq-makhluq ciptaan-Nya ini diciptakan dalam bentuk berpasangan satu sama lain. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.(QS. Az-Zariyat : 49) Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.(QS. Yaasin : 36) Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.(QS. Az-Zukhruf : 12) Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.(QS. An-Najm : 45)

Still Monologue

Judul ini diambil di salah satu curhatan gw di tahun 2010.  Masih membahas hal yang sama dan bahkan sangat monoton tidak adanya perubahan dari awal hingga kini, pagi ini gw mendapatkan catatan panjang dan panjang yang berjudul Marry You dari Resa, bukannya seneng tapi malah gondok bercampur malu. Kenapa? malu-maluin, uda tau gw pengen dinikahin eh dia hanya bisa mengumbar tulisan manis itu terpajang di FB gw. Gw uda pernah bilang untuk masalah penikahan tolong jangan angkat ke permukaan dulu untuk sementara ini bahkan hanya sepenggal lirik lagu sekalipun, karena gw amat sangat sensitive dan tersinggung. Di sisi lain gw uda ada segumpal niat, di lain sisi dia hanya bisa menggoda / mengiming-iming tanpa merealisasikan. Sungguh Kejam itu, makanya gw agak temprament saat disajikan manis lirik lagi yang berjudul Marry You. 

Cause it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.


Really, saat ini monolog adalah jalan aman untuk gw tetep bisa mengagungkan mimpi dan cita-cita tanpa harus berdialog dengan pacar, karena kalo berdialog terus terang aja jawabannya g enak, jawaban yang menyiratkan bahwa dia si Lelakiku belum lah siap 1000%.
Gw juga bingung sih hati gw terbuat dari apa ya, sampai dapet kiriman lagu gitu aja uda bikin tersinggung. Sensitive juga liat staus fb Yuli yang mulai maraton ke prosesi pernikahan dan istana indah berumah tangga. Apalagi di kantor (JobsDB) gara-gara gw bawa majalah Noor "inspirasi pernikahan 2011" gw digosipin (jadi doa) bakal nikah dalam waktu dekat ini, ditambah melingkarnya cincin yang gw beli di abang-abang eh disangka tunangan, hahahahaha. Semoga Pertanda Baik ya, toh saya ini ingin menyempurnakan Agamamu Tuhan!

Kamis, Mei 19, 2011

Bermunajah



Doa agar dipermudah jodoh :)

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ


Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyai`: 89)

Doa Cinta


Ya Rabbanaa….
Aku berdoa untuk seorang pria yang menjadi bagian hidupku
Seorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk-Mu
Dan mengetahui bagi siapa dan untuk siapa ia hidup,
Sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seorang yang memiliki hati bijak bukan hanya otak yang cerdas,
Seseorang yang tidak hanya memujaku, tetapi dapat juga menasehatiku bila salah,
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku, tetapi karena hatiku,
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa dihargai sebagai seorang wanita kala berada di sisinya,

Seorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya


~~Aku tidak meminta seorang pria yang sempurna,
Namun aku meminta seorang pria yang tidak sempura sehingga aku dapat membuatnya sempurnya di mata-Mu~~

Minggu, Mei 08, 2011

This My World, Buddy. "dont distrube!"

Semoga bisa dijadikan Mahar :)
Kalau kata pacar gw, pikirkan yang akan dilakukan di dalam waktu dekat bukan di waktu yang akan datang (yang sangat jauh belum terpikirkan) tapi kalo gw berpendapat yang beda, pola pikir gw agak melesat jauh ke depan. pikir ini itu, rancang ini itu, beli majalah pun bukan beli majalah yang seusia gw tapi gw lebih suka beli majalah baby dan perkawinan. Saat ini menjadi sangat sensitive kalo dia sedikit saja bersuara ttg topik kesukaan gw, bukan apa2 karena gw tau dia mungkin mau mengarahkan gw ke arah yang agak sedikit meninggalkan apa yang gw sukai itu. 
Tolong biarlah untuk saat ini aku cukup membahasnya dengan diri sendiri jangan ganggu atau menyalahkan aku. Ini duniaku, aku ada di dalamnya. Gpp aku hanya bicara dengan majalah dan majalah mungkin di saat kamu sudah sanggup ajaklah bicara aku mengenai hal ini. Aku tunggu janjimu, buktimu, aksi dan perkataanmu ! Aku hanya ingin menjadi perempuan yang dicintai Rasul, menikah dan menjadi isteri yang baik.. 

Premium Certificate for Everlasting Journey