Entah sejak kapan, aku ada hasrat untuk menikah. Menikah dengan seorang lelaki pilihan hati yang dikirim oleh Allah untuk aku. Aku memang punya pacar sejak tahun 2009 lalu, namun hadirnya pacar belum membuat aku ingin menikah dengannya, mungkin karena usiaku yang masih belia dan belum adanya pengetahuan yang luas soal menikah. Usiaku pada saat menjalin hubungan dengan sang Pacar Resa Raditio itu bermula di pembukaan angka ke-20, bayanganku pada saat menjalin hubunga YA Serius, karena usia 20 rasanya malas ya gonta ganti pacar, pdkt dari ulang dst. Ya Serius, itu komitmen aku dan dia yang tertulis rapi di jurnal harianku. Tahun 2009 berjalan dengan penuh suka cita, aku merasakan sangat bahagia bisa bertemu dengan lelaki yang sangat nyaman aku di sampingnya.
Setahun bersamanya menjadi tahun yang penuh dengan keingintahuan, saling mengenal lebih dekat dan dalam, bagaimana karakternya, tutur katanya, sikapnya, kedewasaannya dll. Dan tahun 2009 pun lewat dengan tahun pertama yang sangat manis dan penuh dengan kejutan. Memasuki 2010 sebetulnya aku dan dia masih membawa persoalan yang kadang-kadang muncul di tengah canda dan tawa, hal tersebut muncul karena aku dan dia masih dalam tahap pengenalan, kalo bisa dibilang masih training atau masih masa uji coba. Tak heran di tengah canda tawa, harus ada pertumpahan air mata dan amarah. Namun, hal demikian tak membuat cinta aku dan dia surut. Justru banyak pelajaran yang mengajarkan! Sampai di situ hasrat menikah belum hadir, bisa ditebak kemungkinan hasrat menikah hadir mana kala banyak teman dan kerabat melangsungkan janji suci mereka di usia yang masih terbilang muda, rasanya bahagia bisa membingkai hubungan yang hanya sekedar pacaran ke indahnya mahligai penikahan.
"Menikah ya Aku Ingin Menikah dengan kamu" keinginan itu terus ada bagai hantu yang mengisi daftar hadir tamu, sesekali aku mengungkapkan isi hati aku ke resa, tapi kadang ia memberi jawaban gantung dan buntung. Pernah pula melontarkan jawaban palsu, hihihi..di tahun 2009, dengan tatapan mesra dan ucapan lantang resa pernah mengatakan ke aku "aku akan menikahimu tahun depan" hello bang ini uda tahun 2011 saya kok belum punya buku nikah?! Setiap kali aku tanya "kapan kita nikah?" jawabannya "insya Allah, kapan-kapan" awalnya senang sekali hati yang penting bongkahan hasrat menikah sudah didengar, tapi lama-lama gondok sebagai lelaki kenapa jawabannya seperti itu, g sama sekali bikin lega hati sementara di Fb makin banyak ajah undangan nikah teman. Tahun 2010 aku perbanyak membaca majalah Wedding, Cosmopolitan, Femina dan AyahBunda. Pokoknya majalah yang bisa aku ajak bicara. Kadang aku berfikir, untuk apa menikah?? yang aku bayangkan hanya bisa berhubungan badan dengan legal, g usah sembunyi-sembunyi dan enak pastinya, selanjutnya menikah adalah sarana mempunyai keturunan.
Ya kesimpulan yang aku dapat sesuai percakapan aku dengan para majalah itu. Selanjutnya aku agak mentok, aku pandangi rak buku dan Al qur an rasanya belum tersentuh untuk memecahkan masalah ini, sebetulnya bukan masalah, hanya saja aku mau menegaskan bahwa hasratku ini mulia, bukan hanya sekedar hasrat para rperempuan yang mau mengikuti trend. Mulailah pada saat itu aku membuka Al qur an, mecari jawaban yang meyakinkan. Subhanallah, banyak sekali uraian mulia mengenai menikah. Rasanya aku benar, aku percaya diri, aku bersama Tuhanku Allah, Aku bersama Rasulullah, aku berada di barisan orang-orang bertaqwa amieeeen. Semakin yakin bahwa menikah itu adalah Ibadah sesuai yang ditegaskan Alquran dan diajarkan Nabi. Proses pemahaman pernikahan melalui Al qur an dan hadits Nabi, berlangsung agak lama karena harus sedikit berpikir menggunakan logika yang sehat, mengingat kiasan kata di dalamnya yang sengat menakjubkan.
Tahun 2011 kumpulan bukuku mengenai pernikahan dalam pandangan islam sudah lumayan banyak, mereka pula yang menegaskanku bahwa hasratku untuk menikah bukan godaan sementara melainkan bertahta di qalbu. Aku menyoroti pernikahan Rasulullah dan Aisyah RA, yang senantiasa aku pahami pola mereka berumah tangga. AKU yakin, aku ingin menikah karena Allah dan aku belajar mencintaimu karena Allah. Sang Maha Cinta menaruh rasa cinta dan sayang ini untuk kamu, semoga kita bisa selalu menjaga dan tak akan berpaling
SMS yang pernah aku kirim ke Ayank, 29 Juni 2011 12:01 AMayank,, aku yakin kamu masih sayang ke aku walau tak sepanas yang dulu, tapi semua itu tak membuatku ragu untuk tetap di sampingmu. dua tahun telah berlalu, panggilan sayang berubah selalu mulai dari bumbu sampai unyu. ayankku sampai pada usia kita tiga tahun semoga ada nuansa baru. Perayaan jadian membuat kita menyatu. Menyatu dalam ikatan yang lebih serius, itu maksudku. Berat ku utarakan karena malu, mungkin karena respondmu yang dari dulu kaku. Ya aku ingin menjadi istrimu, ntah kapan kamu meminangku, aku akan menunggu.
sms ini dikirim untuk menegaskan kembali bahwa aku cinta kamu :) aku g berani bertanya langsung karena ya aku malu dengan respond kaku dia, tapi harus agak sedikit nekat lah mengutarakan walau lewat sms tengah malah pula hihihi...
Demi melanggengkan niat yang sudah bercokol di hati, mari kita bersejud seraya meminta kepada Allah sang Maha Sehalanya :)
Doa bagi laki-laki yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.
Doa bagi wanita yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.
Doa tambahan : HASBUNAWLOOH WANI-MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WANI’MAN NASHIIR, dasar ayat QS 9:129 : Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain DIA. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.
DOA TAMBAHAN : ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA QS ; 25:74 : Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.


