Langkah itu semakin terasa saat aku sampai juga di Stasiun Univ Indonesia untuk mengikuti audisi News Presenter TVone, sakit perut yang sudah dirasakan dari Bekasi membuat langkah ini secepat kilat untuk segera menemukan toilet. Pagi itu cerah sekali, di UI tampak ada matahari yang menyelinap di balik pepohonan yang rindang di halaman FISIP UI, ini yang membuat aku jatuh cinta dengan kampus kuning ini. Panorama alam sangat jelas di mata, apalagi di awal perjalanan ada kandang besar yang berisi beberapa ekor rusa mirip sekali Ragunan yang memang tidak jauh dari sini. Namun, rasa cintaku ini tidak membuat aku melupakan eksotismenya halaman kampus UAI di pagi haripun aku bisa merasakan nikmatnya matahari pagi di tenda biru dan menikmati awan senja dibalik agungnya kubah masjid Al azhar.
Audisi ini bukan hal yang asing lagi untuk aku, setelah sebelumnya mengikuti di Trans 7 walau akhirnya tidak diterima. Ini mungkin wajahku belum camera face untuk dijadikan Presenter, dari awalpun aku sudah sadar karena langsung bertatapan dengan layar dimana aku direkam. Aku sangat terlihat gemuk, pipi ini menjadi bulat dan jari-jari menjadi seperti sosis panggang. Alfito benar, ketika dikamera wajah memang lebih besar lima kilo. Kegugupan, salah tingkah menjadi perasaan utama yang dirasakan. Mereka menanyakan pengalamaku dll. Untung aku pernah tiga bulan magang di COV yang membuatku PD menjual diri ini pada para pewawancara, walau hasil akhir tetap saja tidak diterima :)
Di TVone, jumlah peminatnya cukup banyak ada sekitar 150an lebih. Aku kebagian di nomor urut 12 dengan membacakan berita ttg TIMNAS yang pada saat itu sedang booming dibicarakan media. Proses saat aku diwawancarai, bisa dikatakan lancar hanya saja yang tidak lancar adalah menjawab pertanyaan pilihan ganda yang sangat sulit.
Selesai sekitar Dzuhur aku langsung tancap pulang, keputusan diterima atau gak aku serahkan ke Bank Zul yang kebetulan juga ikutan audisi, juga ada Atul. Apa ya kira-kira keputusan dari TVone? Ternyata yang diterima hanya 12 orang, aku dan teman-temaku hanya pelengkap keramaian audisi kemaren. Lagi-lagi aku gagal, atau mungkin belum berhasil untuk masuk TV? ah sudahlah, aku lebih baik bekerja tersembunyi tanpa diketahui masyarakat luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar