Maka Merupakahan Hak Allah Meridhainya di Hari Kiamat


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Kamis, Februari 24, 2011

Trinaya Tirta



P
engharapan itu muncul ketika saya selesai interview dengan Bp. Erric yang tak lain adalah Editor In  Chief Majalah Kartika. Pertanyaan yang tak mendalam tapi begitu antusias ia ingin melihat hasil tulisan saya di Blog. Ketika ditanya kenapa melamar di sini, Passion adalah jawaban pertama dan utama saya. Kesukaan saya terhadap menulis sudah dimulai dari bangku SD di saat diary sangat susah didapat saya memilih menulis di buku sekolah, beranjak SMP saudara memberikan kado diary dan dimulailah saya menulis cerita di kehidupan saya setiap hari. Semua itu berlanjut hingga kini, banyak diary yang berjejer di rak buku mengisahkan cerita di zamannya pada saat itu. Sesekali saya membuka dan membaca diary saya, sangat menyenangkan sekali. Ya diary itu bagi saya penting, mendokumentasikan moment yang berharga, bisa dibaca kembali. Namun, semenjak saya mengenal Blog, kegiatan menulis manual berpindah ke digital. Sekarang cerita kehidupan saya, bisa saya nikmati di dalam blog ini.
Hal demikian yang saya ceritakan kepada Bp. Erric, saya bertemu beliau hari Kamis 17 Februari 2011, di kantor Trinaya Media yang berlokasi di Grand Wijaya Center Kebayoran Baru. Trinaya Media, membawahi beberapa majalah diantaranya Kartini, Kartika, Girl Friend, Elle dan Marie Claire. Terus terang saya sangat menyukai Kartika, karena segmentasi Kartika sangat tepat untuk saya. Dan Bp. Erric pun ingin memfasilitasi saya bertemu dengan “Kartika” langsung agar tahu kemampuan saya. Praktis semua harapan membumbung tinggi, dengan senyuman saya pulang. Berharap bisa dipanggil secepatnya dengan Trinaya. Jumat malamnya, ternyata Trinaya menelepon untuk interview ke dua hari Sabtu, dengan cepat kilat saya menyelesaikan artikel yang memang diharuskan oleh Bp. Erric. Tiga judul siap untuk didemo kepada Trinaya, diantaranya adalah 5 Jalan Sukses merebut Hati Camer saya menuliskan ini karena pada dasarnya saya punya ketakutan untuk bertemu keluarga pacar saya oleh karena itu saya mengangkat tema ini, walaupun saya tidak banyak berbuat dari beberapa point yang saya tulis, kedua 10 Raw Materials for Building Ur Relationship, artikel kedua ini saya copy dari blog dan artikel ini saya buat untuk pacar saya, isu bakteri izakasaki pada susu memang sangat meresahkan ini yang membuat saya menulis artikel Pandai Meminum Susu Kedelai. Tiga artikel ini pun siap dibawa ke Trinaya. Namun, sedihnya interview itu dibatalkan dan digeser ke hari Senin 21 Februari 2011 sedih dan kesal. Untuk mengobati rasa sakit hati saya membuat satu artikel lagi yang berjudul Taktik Tetap Cantik.
On Monday, dengan hati yang bahagia saya bangun pagi dan berangkat. Menikmati situasi St. Sudirman selama satu jam agar sampai di Trinaya tepat waktu tidak kepagian. Duduk menunggu sembari ngobrol dengan Rara alumni Univ Airlangga, itu datang langsung dari Surabaya. Tak lama datang Mba Eno dengan dandanan andalannya, dia harus tetap cantik berpoles gincu karena ia memilih Fashion / Make-up di Trinaya. Lambat laun, kami pun gusar karena tak jua dipanggil, sudah telat 30 menit. Dan tidak lama Trinaya kedatangan tamu, seorang Perempuan muda dan ibunya yang paruh baya, anak perempuannya masuk dan Ibunya duduk di samping saya, dengan enteng Ibu itu menceritakan anaknya baru saja lulus dari Binus dan sekarang diajak temannya untuk interview. Kami bertiga saling menatap, ehm semudah itukah?? Lalu anak perempuan ibu itu memberikan kejutan “udah, mulai besok kerja di majalah Elle” ya Tuhan, siapa yang datang berkali-kali ke Trinaya, siapa yang membawa CV tapi siapa pula yang mendapatkan pekerjaan itu.
Asisten Ibu Nina, yang rencananya akan interview kami memberikan kabar duka. Agenda Interview Senin 21 Februari 2011 dibatalkan, karena ada rapat mendadak. Ya, kami pulang tanpa menang. Patah hati menatap diri saya, dengan niat sejak dari tadi pagi saya sudah keluar rumah. Sedih, mengecewakan, tidak dihargai perasaan yang teraduk-aduk di bathin yang terbawa hingga malam hari. Sekarang saya hanya menunggu kabar dari Trinaya, kapan ia akan memanggil saya lagi? 

Tidak ada komentar: