Maka Merupakahan Hak Allah Meridhainya di Hari Kiamat


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Rabu, Februari 23, 2011

Bingkai Berita



deratan penjual di sekolah
                Jajanan anak sekolah sangat menakutkan dan memprihatinkan, ini membuat sebagian orang tua sangat gelisah dengan keberadaan jajanan di sekolah anak mereka. Jajanan yang menjamur tersebut jauh dari nutrisi gizi anak yang dibutuhkan, ini pun sesuai dengan pemantauan saya secara langsung di sekolah dekat rumah. Jajanan di sana jauh dari higienis, mungkin tercampur dengan tetesan keringat sang penjual, teraduk dengan bakteri uang yang menempel di tangan dan mungkin itu jajanan kejatuhan upil si abank saat ia bersin. Namun, bukan anak-anak namanya kalau mereka tidak penasaran menjajal satu demi satu makanan dan minuman yang cerah warnanya dingin dan manis rasanya di sekolah. Makanan dan minuman yang berada di sekolah sebagian besar adalah hasil pemikiran kreatif si penjual, misalnya telor yang dililit di lidi lalu di goreng kering lalu dicelupkan ke dalam bubuk bumbu penyedap yang secara kasat mata kita tidak akan pernah mengetahui apakah bumbu penyedap itu memiliki ijin resmi BPOM, lalu dengan menggendong anak ada ibu yang menjual mie goreng. Mie yang tidak jelas merknya itu direbus di air yang sangat keruh, air yang sudah dipakai merebus mie berkali-kali itu dimasak tidak sampai matang betul lalu disajikan di atas styrofoam yang sudah jelas sangat berbahaya untuk tubuh manusia terlebih itu makanan disajikan dalam keadaan panas. Tanpa dosa anak-anak SD itu menikmati jajanannya di kala istirahat sekolah.               

maaf, saya tak percaya dg segelas teh ini
                Benar-benar sangat menyedihkan, haruskan makanan murah itu merusak masa depan mereka, saya takut otak mereka tumpul karena makanan itu. Butuh orang tua dan guru untuk mengawasi calon penerus bangsa . Di sisi lain saya lega, di rumah kami tidak ada lagi anak kecil yang sulit diberitahu, adik-adik saya sudah besar pasti mereka sudah tau mana yang baik dan buruk. Terlintas, pacar saya lewat dan dengan percaya diri dan yakin pasti dia juga tidak akan jajan sembarangan. Toh, yang saya paling takutkan hanyalah Mie yang lambat launpun saya sudah mulai bosan menceramahinya. Pernah sekali dia jajan teh yang ada di mall, katanya sih teh tersebut berlabel Tong Tji, mungkin saya tergolong konsumen yang selektif dan kritis jadi ada saja prasangka buruk. Lagi pula cara menjual mereka meyakinkan saya untuk terus berpikir buruk, entah itu teh alami atau tidak, apa teh itu dikemas dari beberapa hari yang lalu dan sebagainya. Janji pacar saya untuk tidak membelinya menenangkan saya. Belakangan ini pacar saya sedang gemar mengumbar kejujurannya, dari mulai makan ayam suharti, terima uang bensin dari Ibu Hakim sampai buka rekening di BCA. Dan kejujurannya yang terakhir dia beli teh merk liang teh seharga 2000, sangat aneh bukan di pasaran liang teh dijual dalam kemasan kaleng seharga 5000, tapi kenapa ini hanya 2000? Ternyata dia beli di dekat SD Kemanggisan, dibeli karena lagi pengen katanya sambil menyelipkan kata maaf di smsnya. Aku salah, bukan hanya anak SD yang buta ttg jajanan, orang dewasapun bisa terjebak oleh jajanan murahan seperti itu. Aku yakin liang teh yang dijual di SD itu hanya air dan gula dikasih sedikit pewangi teh dan pewarna biar terlihat kecoklatan dan biar menambah gairah diberi bongkahan es yang berasal dari air sungai tak lupa diberi label LIANG TEH di tempat penjual berdagang. Sukses sekali itu penjual, telah menutup mata hati pacar saya dan hal ini membuat saya jadi kesal. Terima Kasih

NOTE : Bawalah minum kemanapun kamu berada, air mineral dari rumah lebih baik dari seluruh minuman di luar rumah. 
Jika memang hasrat di kalbu tidak dapat dilawan, untuk beli jajanan. Belilah makanan dan minuman yang baik tak apa mahal yang penting higienis

Tidak ada komentar: